Sekretaris Komisi I DPRD Samarinda, Ronal Stephen Lonteng.

Aksaramedia.com, SAMARINDA – Peristiwa longsor di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Damanhuri Samarinda menimbulkan keprihatinan mendalam. Tidak hanya merusak area makam, peristiwa tersebut juga menimbulkan kerugian sosial bagi keluarga yang makam keluarganya terdampak.
Sekretaris Komisi I DPRD Samarinda, Ronal Stephen Lonteng, menilai kejadian ini menjadi alarm serius mengenai pentingnya pengawasan dan pemeliharaan TPU secara berkala.
“Kejadian longsor di TPU Damanhuri saya turut prihatin. Tetapi kembali lagi soal pengawasan dan pemeliharaan,” ujar Ronal.
Ia menegaskan, pemakaman bukan sekadar area fisik, melainkan tempat yang memiliki nilai sosial dan spiritual. Karena itu, Pemkot Samarinda melalui OPD terkait perlu melakukan inventarisasi menyeluruh untuk mencegah terulangnya insiden serupa.
“Yang pastinya saya juga mengharapkan kepedulian dari pemerintah kota,” katanya.
Selain peran pemerintah, Ronal juga menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam menjaga kelayakan TPU.
“Hal ini penting agar fasilitas pemakaman tetap terjaga dan aman. Tidak hanya peran pemerintah juga diperlukan inisiatif masyarakat atau keluarga memperhatikan tempat pemakaman,” tegasnya.
Peristiwa longsor ini disebut sebagai peringatan agar pengelolaan TPU dilakukan dengan strategi terpadu, mulai dari perencanaan topografi lahan hingga sistem pemantauan kondisi tanah.
Sosialisasi kepada warga mengenai pentingnya pemeliharaan bersama juga dianggap penting.
“Perlu upaya preventif ke depannya, supaya keamanan dan kenyamanan peziarah makam terjamin,” pungkasnya. *(Adv/DPRD Samarinda/gt)
