Orang tua murid, Nur Isim, saat sosialisasi penyaluran Dana BOSKAP 2025 di Gedung Serbaguna Disdikbud Kukar, Jumat (10/10/2025).
Tenggarong, AksaraMedia.com — Bagi banyak orang tua di Kutai Kartanegara (Kukar), awal tahun ajaran baru sering kali menjadi masa penuh perhitungan. Harga perlengkapan sekolah yang kian meningkat kerap menjadi tantangan tersendiri. Namun tahun ini, beban itu sedikit berkurang berkat hadirnya program Bantuan Operasional Sekolah Kabupaten (BOSKAP) dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar.
Program yang disosialisasikan di Gedung Serbaguna Disdikbud Kukar, Jumat (10/10/2025), memberikan bantuan perlengkapan sekolah untuk jenjang SD dan SMP negeri. Tak hanya kepala sekolah dan komite yang hadir, tapi juga perwakilan pengelola dana BOS dari berbagai kecamatan.
Salah satu orang tua penerima manfaat, Nur Isim, mengaku lega sekaligus bersyukur atas adanya bantuan tersebut. Ia yang memiliki lebih dari satu anak, merasakan betul dampak program ini.
“Alhamdulillah, orang tua merasa sangat terbantu dengan adanya bantuan ini. Setidaknya bisa mengurangi beban biaya, apalagi bagi yang punya anak lebih dari satu seperti saya. Jadi biaya untuk satu anak bisa dialihkan ke kebutuhan anak yang lain,” ungkap Nur Isim, yang juga bendahara komite SDN 007 Tenggarong.
Menurutnya, bantuan yang diterima berupa perlengkapan dan seragam lengkap untuk siswa laki-laki maupun perempuan. Kini, kata Nur Isim, banyak anak di sekolahnya yang lebih bersemangat karena tidak lagi harus bergantian memakai sepatu dengan kakaknya.
“Dampaknya positif sekali. Dulu ada anak-anak yang sampai bergantian sepatu dengan kakaknya. Sekarang mereka sudah punya perlengkapan sendiri-sendiri,” tuturnya sambil tersenyum.
Ia berharap ke depan penyaluran bantuan bisa dilakukan lebih cepat, terutama sebelum tahun ajaran baru dimulai.
“Kalau bisa sebelum tahun ajaran baru dimulai, jadi perlengkapan sudah siap. Kemarin agak terlambat karena anggaran baru keluar dan masih proses pengadaan,” tambahnya.
Dari sisi pemerintah, Plt. Sekretaris Disdikbud Kukar, Pujianto, menegaskan bahwa penyaluran BOSKAP dilakukan sesuai mekanisme yang telah diatur dalam petunjuk teknis.
“Pada saat launching BOSKAP bertepatan dengan penutupan Erau, dan saat itu dana sudah ditransfer ke rekening sekolah masing-masing. Bantuan ini bukan uang tunai yang diterima siswa, tapi berupa seragam dan perlengkapan sekolah sesuai nilai jenjangnya,” jelas Pujianto.
Ia menerangkan bahwa dana BOSKAP diprioritaskan untuk pengadaan seragam nasional, olahraga, pramuka, serta seragam khas sekolah. Bila masih terdapat sisa dana, sekolah boleh menggunakannya untuk membeli perlengkapan lain seperti sepatu, tas, alat tulis, atau buku bacaan.
“Dalam juknis sudah diatur bahwa sisa dana bisa digunakan untuk membeli sepatu, tas, alat tulis, buku tulis, bahkan buku bacaan. Urutannya disesuaikan dengan ketersediaan dana,” ujarnya.
Pujianto menegaskan bahwa transparansi menjadi prinsip utama pelaksanaan BOSKAP. Setiap sekolah wajib menyusun Rencana Kegiatan dan Anggaran (RKA) dan melaporkannya melalui SPJ setelah pelaksanaan.
“Kami berharap masyarakat, komite sekolah, dan orang tua ikut aktif memberi masukan. Kami terbuka untuk bersinergi agar program BOSKAP ini berjalan lebih baik ke depannya,” pungkasnya.
Editor: leeya
