Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti.

Aksaramedia.com, SAMARINDA – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, mengapresiasi langkah pemerintah kota dalam upaya percepatan penurunan angka stunting. Meski target nasional belum tercapai, ia menilai tren penurunan yang terjadi patut diapresiasi.
“Memang dari nasional menaruh angka 14 persen, sementara di Kota Samarinda untuk tahun 2025 ini masih di angka 20,9 persen. Tapi angka ini menurun sejak tahun 2024 lalu dengan persentase 24,4 persen,” ujar Sri Puji.
Menurutnya, sejumlah intervensi yang dilakukan pemerintah cukup efektif, seperti penimbangan rutin anak, kunjungan ke Posyandu, pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil, hingga penyediaan tablet penambah darah bagi remaja putri.
“Dari intervensi yang dilakukan oleh pemerintah saya kira itu juga berhasil ya. Makanya patut diberi apresiasi,” tuturnya.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa upaya penanganan stunting tidak bisa hanya bergantung pada sektor kesehatan.
Ada faktor lain yang juga berpengaruh, mulai dari kondisi lingkungan, pola hidup, hingga budaya yang berkembang dalam keluarga.
“Bayak faktor yang mempengaruhi, seperti aspek kehidupan masyarakat, lingkungan, pola hidup, hingga budaya yang berkembang dalam keluarga,” jelasnya.
Sri Puji menekankan, penurunan stunting membutuhkan kerja sama semua pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun keluarga, agar intervensi spesifik dan sensitif bisa berjalan beriringan.
“Sehingga target nasional dan kebutuhan kesehatan masyarakat dapat tercapai,” tandasnya. *(Adv/DPRD Samarinda/gt)
