Anggota DPRD Samarinda, Sani Bin Husain.

Aksaramedia.com, SAMARINDA – Momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 tahun menjadi refleksi penting bagi DPRD Kota Samarinda. Anggota DPRD Samarinda, Sani Bin Husain, menegaskan bahwa kemerdekaan sejati seharusnya diwujudkan melalui kesejahteraan rakyat.
Menurutnya, kebutuhan dasar warga seperti lapangan pekerjaan dan kesehatan anak-anak harus terpenuhi.
“Ini merdeka, jangan sampai di negara merdeka masyarakat justru susah mencari kerja,” ujar Sani.
Ia juga menyoroti rendahnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) serta tingginya angka stunting di Samarinda.
Menurutnya, APBD yang besar seharusnya berbanding lurus dengan peningkatan kualitas gizi dan kesehatan anak-anak.
“Untuk apa APBD tinggi kalau bayi yang lahir masih kekurangan gizi,” tegasnya.
Politisi PKS ini juga mengkritisi efektivitas program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, program tersebut belum menyentuh akar masalah stunting karena fokusnya hanya pada anak usia sekolah, bukan pada periode emas tumbuh kembang anak.
“Menurut saya, adanya MBG juga tidak bisa menurunkan stunting. Karena stunting itu terkait gizi yang diberikan di usia emas, dari bayi sampai balita. Kalau MBG kan lebih ke anak usia sekolah,” jelasnya.
Sebagai solusi, ia mengusulkan agar pemerintah memberikan bantuan langsung berupa uang tunai kepada orang tua. Dengan demikian, orang tua bisa menyiapkan makanan bergizi sesuai kebutuhan anak sejak dini.
“Bagi saya lebih tepat kalau orang tua diberikan uang tunai, misalnya Rp15 ribu, untuk membuat makanan anaknya dari rumah, lalu dibawa ke sekolah,” pungkasnya. *(Adv/DPRD Samarinda/gt)
