Anggota Komisi III DPRD, Abdul Rohim.

Aksaramedia.com, SAMARINDA – DPRD Kota Samarinda memberikan catatan penting terhadap rencana Pemerintah Kota (Pemkot) membangun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) khusus Aparatur Sipil Negara (ASN).
Anggota Komisi III DPRD, Abdul Rohim, menyatakan dukungannya asalkan pembangunan SPBU tersebut benar-benar mampu mendukung peningkatan disiplin kerja ASN dan tidak menguras anggaran daerah.
“Saya setuju saja, asal ini menjadi garansi kinerja ASN semakin membaik. Jadi tidak ada lagi alasan terlambat atau meninggalkan pekerjaan hanya gara-gara mau isi BBM,” tegas Rohim.
Menurutnya, SPBU khusus bisa menjadi solusi teknis agar kendaraan dinas yang digunakan ASN dipastikan memakai bahan bakar non-subsidi. Kebijakan ini lahir dari persoalan antrean panjang di SPBU beberapa waktu lalu, meski kini situasinya sudah relatif mereda.
Rohim menilai relevansi pembangunan SPBU tetap ada, mengingat masalah antrean BBM bisa muncul sewaktu-waktu. Namun, ia menekankan agar biaya pembangunan tidak membebani APBD.
“Persoalan ini kan sifatnya muncul-tenggelam. Kalau memang dibuat, silakan saja, asalkan tidak membebani anggaran secara signifikan,” ujarnya.
Pemkot Samarinda sendiri telah menggelar sejumlah rapat dengan pihak terkait, termasuk mengkaji lima lokasi potensial, antara lain di Jalan HAMM Rifaddin, MT Haryono, dan Suryanata.
Politisi PKS ini juga mengingatkan pentingnya evaluasi mendalam agar SPBU khusus ASN benar-benar efektif meningkatkan kinerja birokrasi. *(Adv/DPRD Samarinda/gt)
