Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti.

Aksaramedia.com, SAMARINDA – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti, kembali menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam percepatan penurunan angka stunting di Kota Tepian.
Menurutnya, keberhasilan program penanganan stunting tidak hanya bergantung pada peran pemerintah, tetapi juga dukungan dari masyarakat dan keluarga.
“Agar program ini berjalan sesuai arahan perlu kesadaran dari masyarakat pula. Karena ini bukan tanggung jawab pemerintah saja tetapi masyarakat harus turut andil,” ujarnya, Kamis (16/10/2025).
Sri Puji menyoroti masalah gizi anak yang menjadi salah satu penyebab utama tingginya angka stunting. Ia menilai, edukasi tentang asupan gizi seimbang perlu terus digencarkan agar orang tua lebih memahami kebutuhan nutrisi anak.
Berdasarkan data terbaru, angka stunting di Kota Samarinda tahun 2025 masih di kisaran 20,9 persen, turun dari 24,4 persen pada tahun 2024. Pemerintah pusat menargetkan angka tersebut tidak melebihi 14 persen secara nasional.
“Tentunya kalau ingin angka stunting bisa menurun harus ada kepedulian dari masyarakat juga. Pemerintah maupun DPRD terus mendukung baik di sisi regulasi maupun pendanaan,” jelasnya.
Ia menambahkan, DPRD akan terus mendorong kolaborasi dengan OPD terkait dan memperkuat program edukasi gizi kepada masyarakat.
“Masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, terutama memberikan edukasi kepada masyarakat pentingnya nilai gizi yang diberikan kepada anak,” pungkasnya. *(Adv/DPRD Samarinda/gt)
