Ketua Komisi III, Deni Hakim Anwar.
Aksaramedia.com, SAMARINDA – Komisi III DPRD Kota Samarinda menekankan pentingnya penyusunan strategi komprehensif dalam penanganan banjir. Penegasan itu disampaikan Ketua Komisi III, Deni Hakim Anwar, setelah rapat dengar pendapat dengan Dinas PUPR terkait serapan anggaran 2025 dan usulan program 2026.
Menurut Deni, persoalan banjir tidak bisa diselesaikan melalui proyek parsial di satu titik tanpa melihat kaitan antarwilayah.
“Ada enam bidang yang harus ditangani PUPR, dan banjir menjadi salah satu yang paling mendesak,” kata Deni.
Ia menilai perlu adanya perencanaan jangka panjang berupa desain besar penanganan banjir yang menyeluruh agar akar persoalan bisa diselesaikan secara tuntas.
“Kita tidak ingin pelaksanaan proyek hanya dilakukan satu tahap di satu titik, lalu pindah ke titik lain, tapi tidak menyelesaikan akar masalahnya. Harus ada desain besar yang mengarah pada penyelesaian total,” tegasnya.
Dalam rapat tersebut, PUPR memaparkan sejumlah rencana pengerjaan drainase dan pembangunan kolam retensi. DPRD meminta data teknis lengkap agar bisa menjawab pertanyaan masyarakat secara akurat.
“Kami ingin ketika masyarakat menanyakan persoalan banjir di wilayah tertentu, kita bisa memberikan penjelasan berbasis data. Apa penyebabnya, apa bottleneck-nya, dan apa solusinya,” ujarnya.
Deni memastikan Komisi III siap mengawal alokasi anggaran melalui Banggar agar penanganan banjir dapat direalisasikan secara optimal.
“Kami berharap sinergi antara DPRD dan PUPR terus terbangun, demi mewujudkan kota yang lebih tangguh terhadap bencana,” pungkasnya. *(Adv/DPRD Samarinda/gt)
