Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti.

Aksaramedia.com, SAMARINDA – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti, menyoroti maraknya penjualan jajanan di sekitar sekolah yang belum memenuhi standar kesehatan. Ia menilai fenomena ini perlu perhatian serius dari pemerintah daerah dan dinas terkait.
“Kami melihat kantin sehat di sekolah belum berfungsi maksimal. Justru yang lebih disukai anak-anak adalah jajanan di luar sekolah,” kata Puji.
Menurutnya, jajanan seperti pentol, cireng, cilok, telur gulung, dan sosis yang dijual dengan harga murah sering kali tidak terjamin kebersihannya. Banyak penjual yang mengolah makanan di rumah tanpa memperhatikan standar higienis dan menggunakan bahan yang tidak segar.
“Bahan makanan yang tidak segar dan penggunaan minyak goreng bekas bisa membahayakan kesehatan anak-anak,” ujarnya.
Puji menilai, pengawasan terhadap jajanan sekolah perlu diperkuat. Ia mempertanyakan sejauh mana peran Dinas Kesehatan dalam memastikan keamanan makanan yang dikonsumsi anak-anak.
Selain itu, DPRD Samarinda juga mendorong kolaborasi antara sekolah, Dinas Kesehatan, BPOM, dan MUI untuk memperkuat pengawasan serta edukasi bagi siswa.
“Peran sekolah dan Dinas Kesehatan sangat penting untuk memberikan edukasi, agar anak-anak memahami pentingnya memilih makanan sehat,” pungkasnya.
Puji berharap, ke depan, setiap sekolah memiliki kantin sehat yang diawasi secara rutin, sehingga siswa tidak perlu lagi mencari jajanan di luar lingkungan sekolah.
Dengan begitu, kesehatan anak-anak Samarinda dapat lebih terjamin dan kasus penyakit akibat jajanan tidak higienis bisa dicegah. *(Adv/DPRD Samarinda/gt)
