Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Abdul Rohim.

Aksaramedia.com, SAMARINDA – Rencana relokasi pedagang Pasar Segiri Samarinda kembali mencuat ke publik pascakebakaran hebat yang melanda kawasan tersebut. DPRD Kota Samarinda menegaskan bahwa langkah relokasi harus melalui kajian menyeluruh dan mempertimbangkan aspirasi para pedagang yang selama ini menggantungkan hidup di pasar itu.
Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Abdul Rohim, menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh terburu-buru mengambil keputusan tanpa mendengar suara pedagang.
Menurutnya, mereka adalah pihak yang paling terdampak langsung, sehingga pandangan dan kesiapan mereka harus menjadi prioritas.
“Yang pertama tentu saja harus didengar tanggapan dari pedagang apakah mereka menerima atau tidak dengan rencana relokasi itu karena mereka yang paling berkepentingan di sana,” ujar Rohim.
Ia menambahkan, jika relokasi atau renovasi pasar benar-benar dilakukan, pemerintah wajib menyiapkan lokasi sementara agar aktivitas ekonomi tidak terhenti selama proses pembangunan berlangsung.
“Kalau rencana itu disetujui, pemerintah perlu memikirkan tempat sementara serta insentif bagi pedagang agar mereka tetap bisa berjualan dan kondisi ekonominya tidak terganggu,” tambahnya.
Rohim juga menyoroti wacana pembangunan pasar dua lantai yang dinilai positif karena dapat meningkatkan daya tampung dan memperbaiki tata kelola.
Namun demikian, DPRD akan menunggu kejelasan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang kini disebut turun dari Rp250 miliar menjadi Rp200 miliar.
“DPRD tentu akan mempelajari detail anggarannya terlebih dahulu agar pelaksanaannya tidak hanya tepat waktu, tapi juga sesuai kebutuhan di lapangan,” tegasnya.
Ia menegaskan, DPRD siap mendukung rencana penataan Pasar Segiri sepanjang prosesnya transparan, partisipatif, dan tidak merugikan para pedagang. *(Adv/DPRD Samarinda/gt)
