Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Anhar.

Aksaramedia.com, SAMARINDA – Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Anhar, menyoroti adanya pengurangan ruang kelas di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 001 Samarinda setelah dilakukan proses rehabilitasi. Dari semula memiliki 24 ruangan, kini jumlahnya justru berkurang menjadi 22 ruang kelas.
“Ini kan aneh juga, harusnya pembangunan itu menambah kelas, malahan mengurangi,” ujar Anhar dengan nada heran.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak sejalan dengan kebutuhan pendidikan di Kota Tepian yang terus meningkat setiap tahun. Apalagi, sistem zonasi yang diterapkan di sekolah negeri mengharuskan siswa bersekolah sesuai domisili tempat tinggal.
“Sistem pendidikan sekarang sudah menerapkan aturan domisili. Kalau ruang kelasnya malah berkurang, nanti anak-anak yang rumahnya dekat sekolah bisa tidak tertampung,” ujarnya.
Anhar menilai, pertumbuhan penduduk di setiap wilayah di Samarinda perlu diimbangi dengan peningkatan kapasitas sekolah, termasuk ketersediaan ruang belajar. Tanpa perencanaan yang matang, hal ini berpotensi menghambat akses pendidikan dasar bagi masyarakat.
“Setiap tahun penduduk selalu bertambah. Terus bagaimana kita memastikan kecukupan kapasitas untuk mengakomodir anak didik kita ke depan,” imbuhnya.
Politisi tersebut juga menegaskan bahwa persoalan ini harus menjadi perhatian serius bagi Komisi IV DPRD Samarinda.
Ia meminta agar dilakukan evaluasi terhadap proyek pembangunan fisik di seluruh sekolah, baik di kawasan perkotaan maupun wilayah pinggiran.
“Ini semua menjadi bahan pertimbangan lembaga DPRD untuk memanggil dinas terkait. Supaya ada evaluasi mendalam terhadap pembangunan infrastruktur sekolah,” tandas Anhar.
Melalui langkah evaluatif ini, DPRD berharap agar setiap proyek pembangunan pendidikan benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat, terutama dalam memastikan pemerataan akses dan kualitas pendidikan di Kota Samarinda. *(Adv/DPRD Samarinda/gt)
