Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Ismail Latisi.

Aksaramedia.com, SAMARINDA – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Samarinda terus menunjukkan tren positif di tengah penyusutan APBD, dan hal ini mendapat apresiasi dari Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Ismail Latisi.
Menurutnya, peningkatan PAD menjadi tanda bahwa kinerja keuangan daerah semakin mandiri dan tidak terlalu bergantung pada transfer pusat.
“Kita apresiasi sekali. Kalau kemudian ini bisa terus dipertahankan bahkan bisa ditingkatkan, bisa jadi kemandirian daerah di masa mendatang,” ujar Ismail.
Data menunjukkan, PAD Samarinda meningkat dari Rp973 miliar pada 2024 menjadi Rp1,194 triliun pada 2025, atau naik sekitar Rp221 miliar. Kenaikan signifikan ini menandakan strategi pengelolaan pajak dan retribusi daerah berjalan efektif.
“Memang DBH atau TKD itu hak di daerah, cuma kalau daerah itu PAD-nya mandiri ini sangat luar biasa,” tuturnya.
Ia berharap pemerintah terus berinovasi dalam menggali potensi pendapatan, termasuk optimalisasi aset dan peningkatan pelayanan publik yang mampu menambah kepercayaan masyarakat.
Dengan begitu, dampak efisiensi atau pemangkasan anggaran tidak akan mengganggu pembangunan dan pelayanan dasar di Samarinda.
“Jika pemasukan terus menunjukkan surplus diharapkan mampu mengatasi persoalan pemangkasan atau pengurangan anggaran di Samarinda. Sehingga tidak mengganggu pelayanan dasar kepada masyarakat,” tandasnya. *(Adv/DPRD Samarinda/gt)
