Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar.
Aksaramedia.com, SAMARINDA – Menjelang pembukaan kembali Pasar Pagi Samarinda pasca revitalisasi, Komisi III DPRD Kota Samarinda menegaskan perlunya inspeksi mendadak (sidak) sebelum pasar resmi beroperasi. Sidak dinilai krusial untuk memastikan seluruh fasilitas yang dibangun dengan anggaran besar tersebut benar-benar siap digunakan tanpa menyisakan persoalan teknis.
Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, menyebut pihaknya masih menunggu jadwal resmi sidak dari Pemkot Samarinda. Ia menyampaikan bahwa secara fisik bangunan sudah rampung dan sempat ditargetkan beroperasi pada akhir November. Namun, proses pendataan ulang pedagang hingga kini masih berjalan di Dinas Perdagangan.
“Dinas Perdagangan sedang melakukan pendataan. Kemarin sudah ada pendataan sebelumnya mengenai siapa saja yang mendapat hak los di sana, dan itu sekarang sedang diatur kembali,” ujarnya.
Deni menekankan, akurasi pendataan pedagang sangat penting untuk mencegah tumpang tindih penempatan los saat pasar dibuka nanti. Ia juga menyebut sidak sebelumnya dilakukan saat progres pembangunan baru mencapai 40–60 persen, sehingga pemeriksaan final perlu kembali dilakukan.
Menurutnya, sidak tidak hanya menyasar struktur bangunan, tetapi juga seluruh sarana teknis seperti sistem proteksi kebakaran, IPAL, fasilitas pada tiap lantai, serta kelengkapan gedung lainnya.
“Kami ingin memastikan semuanya benar-benar berjalan baik. Jangan sampai ikon baru hasil revitalisasi justru masih memiliki kekurangan yang seharusnya bisa dicegah sejak awal,” tegasnya.
Komisi III telah melayangkan surat resmi kepada Pemkot untuk meminta penjadwalan sidak. Deni menambahkan, Pasar Pagi memegang peran strategis sebagai pusat perdagangan konveksi dan emas di Samarinda sehingga pembukaannya tidak boleh terburu-buru.
“Setiap pasar memiliki segmennya masing-masing. Kita ingin Pasar Pagi, setelah selesai direvitalisasi, benar-benar menjadi ikon yang baik bagi Kota Samarinda,” katanya.
Ia juga mengingatkan pentingnya partisipasi pedagang dalam menjaga kebersihan dan ketertiban pasar setelah beroperasi kembali.
“Pasar ini dibangun menggunakan uang rakyat untuk kembali kepada rakyat. Kita berharap semua pihak ikut menjaga dan merawat fasilitas yang sudah dibangun,” pungkasnya. *(Adv/DPRD Samarinda/gt)
