Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie.
Aksaramedia.com, SAMARINDA – Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Novan Syahronny Pasie, menyoroti persoalan ketimpangan distribusi fasilitas pendidikan tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Tepian. Menurutnya, penyebaran sekolah masih terfokus di beberapa wilayah, sementara daerah lain justru kekurangan layanan pendidikan.
Ia mencontohkan Kecamatan Samarinda Seberang yang hanya memiliki satu sekolah negeri tingkat SMP, yakni SMP Negeri 3. Kondisi tersebut dinilai tidak sebanding dengan jumlah penduduk usia sekolah yang terus meningkat.
“Di wilayah Samarinda Seberang, yang merupakan bagian dari Dapil II, saat ini hanya ada satu sekolah negeri untuk tingkat SMP, yaitu SMP Negeri 3. Ini tidak sebanding dengan jumlah penduduk usia sekolah di sana,” katanya.
Keterbatasan daya tampung membuat banyak siswa terpaksa mendaftar ke sekolah di luar kecamatan, seperti Palaran dan Loa Janan Ilir. Situasi ini menambah beban biaya transportasi dan menyulitkan penerapan sistem zonasi.
“Ketika daya tampung SMPN 3 tidak mencukupi, anak-anak ini terpaksa mencari alternatif ke luar wilayah. Jelas ini menjadi beban, baik dari sisi jarak maupun biaya transportasi,” sorotnya.
Novan menyampaikan bahwa Wali Kota Samarinda telah merespons dengan menugaskan Dinas Pendidikan untuk melakukan pengecekan lapangan. Hasil awal menunjukkan ketersediaan lahan untuk pembangunan sekolah baru.
Jika kajian berjalan lancar, Komisi IV akan mendorong penganggaran pembangunan SMP negeri baru di Samarinda Seberang tahun depan. “Kami akan mengawal mulai dari perencanaan anggaran hingga pembangunan infrastruktur,” ujarnya.
Novan menegaskan bahwa pemerataan fasilitas pendidikan merupakan bagian dari upaya mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh anak di Kota Samarinda. *(Adv/DPRD Samarinda/gt)
